Rahasia Tidur Rasulullah SAW: Sehat, Berpahala, dan Dijamin Nyaman

Eramuslim.com - Tidur bukan sekadar kebutuhan biologis—dalam Islam, tidur juga bisa menjadi ladang pahala jika dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Salah satu sunnah utama adalah tidur miring ke kanan, posisi yang ternyata memiliki banyak manfaat medis.
Rasulullah SAW bersabda, “Berbaringlah di atas rusuk kananmu.” (HR Bukhari dan Muslim). Kebiasaan ini terbukti baik untuk kesehatan, seperti:
-
Menjaga Kesehatan Jantung: Posisi jantung tidak tertekan, aliran darah lebih stabil.
-
Melancarkan Pencernaan: Lambung lebih cepat kosong ke usus, mengurangi risiko GERD.
-
Mendukung Struktur Tubuh: Tidur dengan tangan kanan di bawah pipi menjaga posisi kepala-leher tetap sejajar.
-
Meningkatkan Imun Tubuh: Tidur awal, bangun awal, dan lingkungan yang tenang bantu tubuh pulih optimal.
Rasulullah juga melarang tidur tengkurap, bahkan menyebutnya sebagai cara tidur penghuni neraka (HR Ibnu Majah), karena dapat membahayakan jantung dan mengurangi suplai oksigen.
Sebelum tidur, Rasulullah SAW mengajarkan beberapa kebiasaan yang membawa ketenangan dan perlindungan:
-
Berwudhu: Menyucikan diri sebelum tidur.
-
Mengibas Kasur: Menghindari gangguan dari debu atau hewan kecil.
-
Membaca Doa Tidur: Menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah.
-
Membaca Ayat Kursi: Perlindungan dari gangguan setan sepanjang malam.
-
Membaca 3 Surat Pendek: Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas, lalu meniupkannya ke tangan dan mengusap seluruh tubuh.
Sunnah-sunnah ini bukan hanya membawa ketenangan batin, tapi juga terbukti bermanfaat dari segi medis dan psikologis.
Diriwayatkan dari Aisyah RA: "Setiap malam Rasulullah SAW ketika hendak tidur, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, meniupkan padanya, lalu membaca: 'Qul Huwallahu Ahad', 'Qul A'udzu bi Rabbil Falaq', dan 'Qul A'udzu bi Rabbin Nas'. Kemudian beliau mengusapkan ke seluruh tubuhnya, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuhnya. Itu dilakukan sebanyak tiga kali." (HR Muslim)."
Sumber: detik.com