
Bani Israil 'Memutar' Lidah
Bani Israil bukannya memanjatkan doa yang diajarkan Allah, justru malah mengubah redaksi doa yang diperintahkan itu dan mengubah tatacara masuk yang diperintahkan Allah.
Browsing articles in Tafsir Fi Zhilalil Qur'an

Bani Israil bukannya memanjatkan doa yang diajarkan Allah, justru malah mengubah redaksi doa yang diperintahkan itu dan mengubah tatacara masuk yang diperintahkan Allah.

Ini adalah masa ketidaksadaran terhadap racun yang diembuskan oleh kaum Yahudi dan kaum Salib ke dalam tubuh umat Islam. Namun, mereka jaga terus racun itu dengan undang-undang dan peraturan yang mereka tegakkan di negeri “Islam” ini.


Allah mengetahui bahwa ambisi terhadap harta dan anak-anak itu merupakan titik kelemahan paling dalam pada diri manusia.
Maka, pengucapannya secara mutlak di sini menampakkan bayang-bayangnya. Gambaran binatang dalam indra dan khayalan ini diberikan kepada “orang yang pekak (tuli) dan bisu yang tidak mengerti apa pun.”
Iman itu bukan pengakuan hampa, bukan sekadar pernyataan lisan, dan bukan pula imajinasi kosong.
Tidak mungkin berkumpul dalam hati seseorang antara sikap mentauhidkan Allah dan bertawakal kepada apa pun selain kepada Allah.
Sesungguhnya Alquran dapat berinteraksi dengan hati manusia tanpa perantaraan siapa pun, dan tidak dapat dihalangi oleh sesuatu pun kecuali kekufuran.
Ta’kid atau penegasan pada akhir ayat, “Mereka itulah orang-orang mukmin yang sebenarnya", merupakan penegasan terhadap hakikat ini. Maka, orang-orang yang bukan mukmin yang sebenarnya, sama sekali bukan orang mukmin.