Ismail Abu Hatab Jadi Jurnalis Palestina ke-186 yang Tewas Akibat Serangan Israel di Gaza
Eramuslim.com -
Sedikitnya 30 orang tewas dalam serangan bom yang dilakukan tentara Israel (IDF) terhadap sebuah kafe tepi pantai di Gaza, Palestina.
Kafe Al-Baqa di Kota Gaza—yang saat itu dipenuhi perempuan, anak-anak, dan jurnalis—dibom oleh satu serangan udara Israel pada hari Senin waktu setempat.
"Tanpa peringatan apa pun, tiba-tiba sebuah jet tempur menghantam tempat itu, mengguncangnya seperti gempa bumi," ujar Ali Abu Ateila, seorang saksi mata yang berada di dalam kafe saat kejadian, dikutip dari AP, Selasa, 1 Juli.
Fares Awad, Kepala Layanan Darurat dan Ambulans dari Kementerian Kesehatan Gaza Utara, mengatakan serangan udara tersebut menewaskan 30 orang dan melukai puluhan lainnya.
Mengutip Metro UK pada Selasa, 1 Juli, kafe yang menjadi sasaran bom tentara IDF ini adalah salah satu dari sedikit tempat makan yang masih beroperasi selama agresi militer Israel selama 20 bulan terakhir di Gaza.
Kafe itu juga menjadi tempat berkumpul warga Gaza yang ingin mengakses internet dan mengisi daya ponsel di tengah ketiadaan listrik.
Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan tubuh korban bersimbah darah tergeletak di tanah. Para korban luka dievakuasi hanya dengan selimut sebagai pelindung seadanya.
Salah satu korban tewas dalam serangan ini adalah seorang jurnalis bernama Ismail Abu Hatab, seorang jurnalis foto yang sebelumnya pernah terluka saat meliput agresi Israel di Gaza pada 2023.
Hatab menjadi jurnalis Palestina ke-186 yang tewas akibat serangan militer Israel sejak dimulainya agresi ke Gaza pada 27 Oktober 2023.
Komite Perlindungan Jurnalis juga mencatat bahwa 86 jurnalis Palestina lainnya telah dipenjara oleh tentara Israel.
Sumber: VOI.ID